Helaan nafas doa dilafaskan di transit Ambon - Bula;
saat menaiki tanjakan tinggi SS selepas Waipia.
Sepintas di jalan raya terkenang kembali dan menguntai cerita;
tentang kisah mengupayakan berkat dan anugerah atas sesama.
Mereka penjaga gunung Murkele; Mereka orang pribumi Seram Bagian Utara; Mereka pemilik hikayat atas riwayat turun temurun generasi Maluku lewat "Kahua".
Tampilkan postingan dengan label Puisi Lahano Maraina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Lahano Maraina. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 April 2014
Rabu, 19 Maret 2014
KATA MAKMUR; "MEREKA TIDUR"
SEPERTI DEBU YANG DITIUP ANGIN
NAIK DARI PESISIR KOTA, TANAH YANG TANDUS
MENUJU KE GUNUNG TANAH YANG SUBUR
BETA TERHEMPAS KEMARI DAN AMATI
Senin, 17 Maret 2014
SENANDUNG DINI HARI
PUKUL DUA DINI HARI
JANGKRIT TAK BERHENTI BERNYANYI
SANG BULAN SEAKAN BERSERI SEKALI
CAHAYANYA MERONA DALAM SEPI
DIANTARA WALALA DAN IHANA
HANYA DUA BUAH KALI INI MENYAPA
SAAT
TAK ADA LAGI MANUSIA MARAINA
CATATAN RINDU TERBUKA DI ANTARA
TERANG LILIN DUA BUAH
Langganan:
Postingan (Atom)
